Rabu, 26 Oktober 2011

Indah Pada Waktunya


Masa depan yang indah telah terukir ditangan-Nya
Pengkhotbah 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir
Jangan melihat kebelakang dan jangan pula berusaha untuk memutar kembali waktu yang telah berlalu.

Tahun 2007 sebentar lagi akan berlalu. Bukan sekedar detik, menit, jam, hari bahkan bulan yang akan dilewati. Namun tentunya ada banyak hal yang juga pernah kita lewati – entah itu baik – entah itu buruk. Mungkin ada harapan yang kandas, bisnis yang gagal, pernikahan yang kacau, hubungan yang terputus, kekeringan rohani, kehilangan orang yang dikasihi dan banyak lagi hal lain yang mendatangkan air mata bahkan luka di hati. Namun tentunya ada juga hari-hari yang indah yang mendatangkan kebahagiaan dan sukacita.

Ketika kita bertanya pada setiap orang bahkan pada diri kita sendiri, manakah yang menjadi pilihan kita dari kedua “keadaan hidup di atas” ? Maka kita akan mendapatkan jawaban yang sama bahwa setiap orang pasti menginginkan hidup yang jauh dari masalah.

Lalu apa yang dapat dikerjakan manusia untuk mencapai hal itu? Dapatkah manusia merancangkan hari-hari indah bagi dirinya sendiri? Dan dapatkan manusia memutar kembali waktu yang telah berlalu untuk memperbaiki apa yang telah rusak? Patutkah kita mengakhiri tahun ini dengan mengeluh dan menyesali waktu yang telah berlalu?

Pengkhotbah 3:11 mengatakan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya… tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah…

Ketika Allah mengizinkan ada masa indah, maka tertawalah manusia tanpa menyadari bahwa tidak untuk selamanya ia akan tertawa karena ada waktu dimana ia pun harus menangis.

Ketika Allah mengizinkan ada masa yang pahit, maka menangislah manusia dan lupa bahwa sebenarnya Allah tidak pernah berhenti untuk berkarya lewat air mata yang ditampung dikirbat-Nya.

Saudara, ketahuilah bahwa pada permulaan ciptaan, Allah telah ada disana dan merancangkan segala sesuatu dengan kuasa-Nya. Bahkan kemudian, Ia merancangkan jalan keluar untuk menyelamatkan dunia yang kemudian rusak oleh dosa. Oleh sebab itu kehidupan manusia pun tidak luput dari rancangan dan campur tangan Allah. Kesanggupan Allah untuk menciptakan yang tidak ada menjadi ada akan mengubahkan padang gurun kehidupan kita menjadi tanah yang subur yang dapat dipakai untuk menabur benih dan menumbuhkan buah-buah kebenaran. Bahkan air mata yang tertumpah di tahun 2007 merupakan doa yang tidak terucapkan dihadapan Allah yang menggetarkan hati-Nya untuk memberikan sesuatu yang indah tepat pada waktunya.

Melangkahlah ke dalam tahun 2008 dengan memandang kepada Allah yang hidup. Jangan menoleh ke belakang dan jangan berusaha untuk memutar kembali waktu yang telah berlalu, karena itu adalah hal yang bodoh dan sia-sia.

Percayakan semua kepada sang Pencipta itu, karena ditangan-Nya ada masa depan yang indah (Yeremia 29:11)(PN)

Pertaruhan Iman

Daniel 3 : 1 - 30

Dalam pertaruhan, kita pasti mempunyai lawan bertaruh. kalau kita menang maka kita akan mendapatkan keuntungan, tapi kalau kita kalah maka hal sebaliknya yang terjadi. Sebab itu hanya sedikit orang yang berani bertaruh dalam hidup ini. Kehidupan orang Kristen di dunia sering kali diperhadapkan pada pertaruhan ini. Bila kita mengikuti kehendak Allah maka kemenangan di pihak kita dan kekalahan di pihak iblis. Namun hanya orang yang berani bertaruh dalam iman saja yang akan menikmati kemenangan.
Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah teladan dari pertaruhan iman. Tiga orang bawahan bertaruh dengan raja yang berkuasa di zaman itu. Sadrakh, Mesakh dan Abednego bertaruh dalam nama Raja di atas raja, mereka berani meski taruhannya adalah maut. mereka tahu kalau Allah sanggup melepaska mereka dari dapur api.
Oleh karena itu kita harus berani berkata tidak terhadap godaan iblis dan dunia. Godaan itu bisa saja menggiurkan,bahkan membuat kita takut karena harus berhadapan dengan maut. Tetapi kita tidak boleh takut, karena kita mempuyai pembela yag setia dan perkasa. Dia adalah Allah.
Jadi jangan berada di pihak yang salah,karena Allah tidak pantas diduakan, Allah pantas dinomorsatukan, tidak ada yang sebanding dengan Dia. Bila ada godaan yang membuat kita lemah, segeralah bertaruh di pihak Allah maka Allah akan memperhitungkan imanmu, sehingga Allah akan membuat kita melompat kegirangan dan segala kemuliaan hanya untuk Tuhan Yesus Kristus. (FG)